Kamis, 07 Februari 2008

Sepenggal Tulisan

>>> aku selalu ingin menjadi dia
terlahir saat kuatnya menguasai hati <<<



Jam dua lebih tiga puluh tujuh menit dinihari, telepon berdering.
Dering pertama tentu saja tak kudengar, aku masih sibuk dengan mimpiku.
Kedua kalinya, aku mulai merasa ada yang mengusik ketenangan.
Yang ketiga, telingaku bagai dicubit tangan jahil.
Keempat, kubuka separoh mata untuk melihat di dunia mana aku berada, mengerjap-ngerjap, mengerutkan kening dengan kesal, lalu terdengarlah dering mengganggu itu.
Lagi.

Kuulurkan tangan dengan wajah terbenam di bantal, menjangkau ponsel yang berada dua bantal dari posisi kepalaku. Sebaiknya ini penting, Siapapun dikau!

“Apa…?” Jawabku dengan seketus yang dimungkinkan suara orang yang baru bangun.

“Gue cheating.”

“Congratulation. Bye.” Kuputuskan hubungan.

Treeeet! Treeeet!

“Plis go talking to any devil from hell now!” desahku kesal.

“Sedang gue lakukan, brengsek!”

“Sapaaa seeeh! Leave me aloneeeelyyy!” Aku tahu yang lagi nelpon ini Lanny. Benar-benar nggak tahu diri tuh mahluk!

“Gue mo curhat nih, Iblis!”

“Monyet jahanam, lo punya jam kagak?”

“Kagak! Lo bawa ke situ kan?”

“Fine! Kalo gitu yang cepet.”

Terdengar umpatan yang masih asli. “Lo iklas gak dengernya?”

“Gue sudah nggak sabar menunggu-nunggu curhat lo di waktu yang ideal ini! Nggak ada yang paling penting dalam hidup gue selaen menunggu laporan prestasi lo dalam bidang bitchy jam tiga pagi!” hebat, kalimat terpanjang dalam hidup gue lahir jam tiga pagi!

“Raaan…” Ia setengah meratap. “Gue cheating.”

“Update dulu! Itu sudah kadaluwarsa. Lo dah bilang itu!”

“Gue musti gimana nih?”

“Udah pasti tuh?”

“Iya. Udah gue terima, sebelum gue putusin Ega..” panik dia!

Rasain!

........................ to be continued............................

Tidak ada komentar: